Perekonomian 3 Wilayah RI Terancam Resesi
JAKARTA - Pemerintah diminta mencermati pertumbuhan ekonomi wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Pasalnya, kawasan perdagangan bebas tersebut terancam resesi seiring melambatnya laju perekonomian Singapura akibat dampak krisis keuangan global.
“Ini dikarenakan aktivitas ekonomi BBK sangat bergantung kepada Singapura. Sedangkan Singapura sedang mengalami resesi,” ucap Dekan FEUI Bambang PS Brodjonegorom saat berbicara di seminar Outlook Ekonomi Perbankan dan Properti di Tengah Krisis Keuangan Global, di Gedung BTN, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
Menurutnya, Singapura merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang terkena dampak paling dalam dari krisis keuangan yang bersumber di Amerika Serikat. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Singapura yang mengalami kontraksi selama dua kuartal terakhir 2008.
“Potensi resesi di Batam, Bintan, dan Karimun akan tercermin dari perlambatan aktivitas ekonomi yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujar Bambang.
Selain ketiga wilayah tersebut, lanjutnya, dampak perlambatan perekonomian global juga tampak di beberapa daerah lain, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Adapun di Jawa, krisis keuangan global akan berimbas pada industri padat karya yang aktivitasnya melambat. Dan harapan untuk bangkit hanya bisa disandarkan kepada pada proyek infrastruktur yang besar.
“Namun pulau ini masih akan mendominasi laju perekonomian nasional. Pada 2006, perekonomian di Jawa menyumbang 54 persen terhadap pertumbuhan nasional dan naik menjadi 59 persen di 2007,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Bambang, perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan dan Sulawesi terjadi seiring dengan melesunya industri kayu serta anjloknya penjualan komoditi cokelat.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Januari 2009 (6)
- Desember 2008 (7)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS